Bunda, Begini Cara Mengatasi Keputihan pada Bayi

June 2019 Comment 5K Report
dr. Kevin Adrian

Warren, J.B. & Phillipi, C.A. American Academy of Pediatrics (2012). Care of the Well Newborn. Pediatrics in Review. 33(1), pp. 4 – 18.
Gibbs, H. Baby Centre UK (2018). How Should I Care for My Baby Girl’s Genitals?
Kidshealth, Nemours (2018). For Parents. Looking at Your Newborn: What's Normal.
Raising Children Network Australia (2017). Baby Genitals: Care and Cleaning.
Brusie, C. Verywell Family (2018). Why Your Baby Girl Has Discharge.
WebMD (2017). Your Newborn Girl’s Genitals and Bleeding.

Bunda, Begini Cara Mengatasi Keputihan pada Bayi

Saat mengganti popok bayi, tiba-tiba tampak ada bercak keputihan? Hal ini tentu akan membuat Bunda khawatir. Tapi, jangan keburu panik ya, Bun! Yuk, cari tahu tentang penyebab dan cara mengatasi keputihan pada bayi.

Keputihan pada bayi perempuan merupakan hal yang normal terjadi. Keputihan ini disebabkan oleh tingginya tingkat hormon ibu saat hamil. Hormon kehamilan dari ibu bisa menembus plasenta dan masuk ke tubuh bayi, sehingga memicu keluarnya cairan putih atau yang biasa disebut keputihan.

Keputihan yang keluar dari vagina bayi bisa berwarna bening seperti putih telur ataupun ada sedikit darah. Kadang keputihan normal ini juga disertai vagina bengkak pada bayi.

Cara Mengatasi Keputihan pada Bayi

Pada dasarnya keputihan pada bayi biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah ia berusia 10 hari dan tidak memerlukan perawatan khusus. Jika Bunda melihat ada keputihan pada vagina Si Kecil, Bunda cukup perlu mengelapnya menggunakan tisu basah yang bebas parfum dan alkohol. Pastikan Bunda mengelapnya dari bagian depan vagina menuju ke anus.

Selain itu, Bunda perlu menjaga kebersihan area kelamin Si Kecil. Untuk merawat kebersihan vagina bayi, ada beberapa cara yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Jika bayi buang air besar sebelum mandi, bersihkan kotorannya terlebih dahulu. Jika tinja mengenai bibir vagina, bersihkan bagian tersebut dengan perlahan, menggunakan kapas, kain lembut yang telah dibasahi dengan air, atau tisu basah yang bebas parfum dan alkohol.
  • Usapkan kapas, kain lembut, atau tisu basah secara perlahan dari arah vagina ke anus, sepanjang lipatan pada organ vital bayi. Jangan lupa juga untuk membersihkan semua sisi di sekitar bibir vagina ya,
  • Bilas vagina bayi dengan air hangat secara perlahan, sepanjang lipatan organ vital. Hal ini bermanfaat untuk mencegah masuknya bakteri penyebab infeksi ke vagina.
  • Setelah vagina bayi dibersihkan, tepuk-tepuk dengan handuk atau kain yang bersih untuk mengeringkannya.

Sebaiknya Bunda tidak menggunakan sabun atau produk pembersih antibakteri sama sekali untuk membersihkan vagina bayi, karena dapat menyebabkan iritasi pada vagina. Selain itu, Bunda perlu sangat berhati-hati saat membersihkan vagina, agar tidak menimbulkan luka.

Keputihan pada bayi tergolong hal yang normal dan tidak perlu membuat Bunda khawatir. Namun, Bunda harus segera memeriksakan Si Kecil ke dokter anak jika keputihan yang dialaminya terjadi lebih dari dua minggu, disertai demam atau bau busuk dari vagina, karena hal ini bisa menandakan adanya infeksi.

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2022 DOKTER.TIPS - All rights reserved.