Bunda Susah Menahan Buang Air Kecil Setelah Melahirkan? Ini Solusinya

August 2019 Comment 5K Report
dr. Merry Dame Cristy Pane

Sangsawang, B., & Sangsawang, N. et al. (2013). Stress Urinary Incontinence in Pregnant Women: A Review of Prefelance, Pathophysiology, and Treatment. 24, pp. 901-912.
The American College of Obsteritcians and Gynecologists. Pospartum Complications.
Better Health Channel (2018). Department of Health & Human Services, State Government of Victoria, Australia. Incontinence-Prevention Tips.
Baby Center (2017). Pospartum Urinary Incontinence.
Baby Center (2017). Stress Incontinence After Birth.
Schlosberg, S & Zemitis, T. Parents (2018). Incontinence After Childbirth.
Brusie, C. Very Well Family (2019). What Is Pospartum Incontinence?.
Bandukwala, N. Q. WebMD (2019). Bladder Training.
Johnson, T. C. WebMD (2017). Urinary Incontinence and Pregnancy.

Bunda Susah Menahan Buang Air Kecil Setelah Melahirkan? Ini Solusinya

Tidak bisa menahan buang air kecil merupakan salah keluhan yang sering dialami setelah melahirkan. Hal ini membuat Bunda jadi harus bolak-balik ke kamar mandi. Selain menyita waktu, tentunya juga merepotkan ya, Bun? Oleh karena itu, Bunda perlu segera mengatasinya.

Setelah melahirkan, Bunda bisa mengalami sulit menahan buang air kecil (BAK). Susah menahan BAK, atau dikenal dengan pospartum incontence, akan menyebabkan keluarnya urine saat Bunda tertawa, bersin, batuk, berlari, atau mengangkat benda berat.

Penyebab Susah Menahan BAK Setelah Melahirkan

Penyebab terjadinya susah menahan BAK setelah melahirkan belum diketahui secara pasti.

Ada yang menyatakan bahwa hal ini terjadi karena adanya cedera selama melahirkan, yang menyebabkan rusaknya jaringan di sekitar saluran kemih. Namun ada juga yang berpendapat bahwa hal disebabkan oleh perubahan otot saluran kemih selama kehamilan.

Meski penyebabnya belum pasti, ada beberapa keadaan yang diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya susah menahan BAK setelah melahirkan, yaitu obesitas selama kehamilan, melahirkan secara normal atau dengan bantuan forceps dan vakum, mengalami diabetes gestasional, serta sudah pernah hamil dan melahirkan sebelumnya.

Cara Mengatasi Susah Menahan BAK Setelah Melahirkan

Keluhan sulit menahan BAK setelah melahirkan biasanya akan membaik dengan sendirinya. Namun, Bunda juga bisa mengatasinya dengan beberapa cara berikut ini:

1. Lakukan senam Kegel secara rutin

Cara pertama yang bisa Bunda lakukan untuk mengatasi susah menahan BAK setelah melahirkan adalah rutin melakukan senam Kegel. Jika dilakukan rutin dan dengan cara yang tepat, senam Kegel bisa menguatkan otot panggul dan membuat Bunda lebih mudah mengontrol BAK.

Berikut adalah langkah-langkah melakukan senam Kegel:

  • Berbaring dengan lutut ditekuk dan kaki terbuka.
  • Lakukan gerakan menahan air kencing atau menahan kentut dengan mengencangkan otot di vagina dan saluran kencing, lalu tahan selama 10 detik.
  • Setelah itu, kendurkan otot di sekitar vagina dan saluran kencing selama 10 detik, sebelum mulai mengencangkannya kembali.
  • Ulangi gerakan ini sebanyak 10 kali.
2.Tahan kantung kemih beberapa saat sebelum BAK

Saat rasa ingin BAK muncul, sebisa mungkin tahan sebentar selama kurang lebih 15 menit. Hal ini untuk melatih otot sekitar saluran kemih, sehingga BAK dapat lebih terkontrol.

Bunda juga bisa menyilangkan kaki untuk mengencangkan otot panggul saat bersin atau batuk, agar mencegah keluarnya pipis tanpa disadari.

3.Cukupi kebutuhan cairan setiap hari

Bunda mungkin berpikir bahwa salah satu cara untuk mengatasi susah menahan BAK adalah dengan membatasi asupan air putih. Hal ini salah ya, Bun. Bunda harus tetap mencukupi kebutuhan cairan dengan cara minum air putih minimal 8 gelas per hari.

4.Batasi makanan atau minuman yang mengandung kafein

Setelah melahirkan, sebaiknya Bunda tetap membatasi konsumsi makanan atau minuman berkafein, berkarbonasi, dan memiliki rasa pedas. Makanan atau minuman tersebut dapat memicu BAK lebih sering.

Untuk mencegah susah BAK setelah melahirkan, Bunda bisa melakukan yoga untuk ibu hamil, mencukupi kebutuhan cairan, mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, dan mencegah berat badan naik berlebihan saat hamil.

Jika Bunda masih juga sulit menahan BAK meski telah melakukan beberapa cara di atas, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2019 DOKTER.TIPS - All rights reserved.