Cara Mengatasi dan Mencegah Benjolan Pita Suara

August 2019 Comment 2K Report
dr. Kevin Adrian

Wang, C., Lai, M., & Cheng, P. (2017). Long-term Surveillance Following Intralesional Steroid Injection for Benign Vocal Fold Lesions. JAMA Otolaryngology-- Head & Neck Surgery. 143(6), pp. 589–594.
Won, et al. (2016). The Prevalence and Factors Associate with Vocal Nodules in General Population. Medicine. 95(39), pp. e4971.
American Academy of Otolaryngology Head and Neck Surgery (2018). Clinical Practice Guidelines. Frequently Asked Questions About Voice Therapy.
Harvard Health Publishing Harvard Medical School (2018). Vocal Cord Disorders.
Cleveland Clinic (2019). Vocal Cord Lesions (Nodules, Polyps and Cysts): Diagnosis and Tests.
Cleveland Clinic (2019). Vocal Cord Lesions (Nodules, Polyps and Cysts): Prevention.
Mount Sinai, Icahn School of Medicine. Vocal Cord Lesions.
Buckmire, R.A. Medscape (2019). Drugs & Diseases. Vocal Polyps and Nodules Treatment and Management.
Sasaki, C.T. MSD Manual Professional Version (2019). Vocal Cord Polyps, Nodules, and Granulomas.
Watson, S. Healthline (2018). Caring for and Preventing Vocal Nodules.

Cara Mengatasi dan Mencegah Benjolan Pita Suara

Benjolan pita suara bisa terbentuk akibat iritasi saat pita suara digunakan secara berlebihan. Benjolan ini menyebabkan suara berubah menjadi serak atau bahkan hilang. Namun, Anda tidak perlu khawatir. Selain dapat diatasi, benjolan pita suara juga dapat dicegah.

Pita suara merupakan jaringan elastis di kotak suara (laring) yang terletak di pangkal tenggorokan. Ketika seseorang berbicara atau bernyanyi, udara dari paru-paru keluar melewati pita suara dan menimbulkan getaran. Getaran inilah yang menghasilkan suara.

Penggunaan pita suara secara berlebihan dapat menyebabkan iritasi pada bagian tersebut. Jika terjadi terus-menerus dalam waktu yang lama, iritasi pada pita suara akan membentuk suatu benjolan yang mengeras.

Selain membuat suara menjadi serak, rendah, atau hilang, benjolan pita suara juga dapat menimbulkan rasa mengganjal di tenggorokan, nyeri di tenggorokan atau leher, dan batuk.

Cara Mengatasi Benjolan Pita Suara

Jika mengalami keluhan tersebut, Anda disarankan untuk berkonsultasi ke dokter THT. Dokter akan menanyakan riwayat keluhan dan penyakit yang pernah Anda derita, serta melakukan pemeriksaan pada tenggorokan dan pita suara. Pemeriksaan pita suara ini bisa dilakukan dengan prosedur laringoskopi.

Setelah dipastikan adanya benjolan pita suara, dokter dapat menyarankan beberapa langkah penanganan berikut:

1. Mengistirahatkan suara

Untuk meringankan gejala akibat adanya benjolan pita suara, Anda biasanya disarankan untuk tidak berbicara atau berbisik, kecuali jika benar-benar diperlukan. Bila memungkinkan, usahakan untuk tidak menggunakan suara sama sekali selama beberapa hari.

2. Terapi suara

Terapi suara dilakukan oleh terapis wicara, yaitu seorang tenaga profesional yang terlatih memberikan latihan khusus untuk menangani gangguan bicara.

Terapi suara merupakan metode utama dalam pengobatan benjolan pita suara. Dengan metode ini, benjolan biasanya akan menghilang dalam waktu 6-12 minggu.

3. Penggunaan obat-obatan

Beberapa studi menunjukkan bahwa suntikan obat kortikosteroid pada pita suara dapat membantu mengobati benjolan pada pita suara dan mengembalikan suara pasien. Akan tetapi, pemberian obat-obatan tidak selalu diperlukan pada kasus benjolan pita suara.

Terkadang iritasi dan benjolan pada pita suara dapat disebabkan oleh penyakit asam lambung (GERD), sinusitis, alergi, atau gangguan kelenjar tiroid. Apabila demikian, maka penyakit-penyakit tersebut juga perlu diobati.

4. Operasi

Pembedahan merupakan langkah terakhir yang bisa dilakukan jika terapi suara dan langkah pengobatan lainnya tidak memberikan hasil yang memuaskan, atau jika ukuran benjolan sangat besar.

Cara Mencegah Benjolan Pita Suara

Meskipun telah diobati, benjolan pita suara dapat muncul kembali jika pita suara masih terus mengalami iritasi. Untuk mencegahnya kambuh, lakukanlah beberapa cara sederhana berikut:

1. Hindari asap rokok

Asap rokok perlu dihindari untuk mencegah kekambuhan benjolan pita suara. Hal ini karena komponen dalam asap rokok diketahui dapat menyebabkan iritasi pada pita suara.

2. Perbanyak konsumsi air putih

Memperbanyak minum air putih untuk menjaga pita suara tetap lembap dan mengurangi iritasi. Hindari minuman yang mengandung alkohol, soda, dan kafein, seperti kopi atau teh.

3. Kurangi stres

Hindari stres dengan cara bermeditasi, melakukan yoga, atau melakukan latihan pernapasan. Ketika seseorang berada dalam kondisi stres, otot-otot leher cenderung tegang. Hal ini dapat mengganggu kerja pita suara.

4. Lakukan pemanasan suara

Pemanasan suara penting dilakukan sebelum bernyanyi atau berbicara lama. Anda dapat meminta bantuan terapis wicara atau vocal coach untuk berlatih melakukan pemanasan sebelum menggunakan pita suara dalam waktu lama.

5. Hindari berbicara dengan suara keras

Ikuti petunjuk dari terapis wicara tentang teknik berbicara yang tepat. Dari berbagai faktor yang mungkin menyebabkan timbulnya benjolan pita suara, penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pita suara secara berlebihan merupakan faktor utama. Bila perlu bicara keras, gunakanlah microphone.

Latihan teknik berbicara atau bernyanyi dengan benar merupakan kunci utama untuk mengatasi dan mencegah munculnya benjolan pita suara. Jika benjolan pita suara telah sembuh dan Anda telah melakukan langkah-langkah pencegahan di atas namun perubahan suara terjadi lagi setelah beberapa hari, sebaiknya periksakan diri ke dokter spesialis THT.

Ditulis oleh:

dr. Irene Cindy Sunur

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2019 DOKTER.TIPS - All rights reserved.