Kenali Gejala Muntaber dan Cara Mengatasinya

July 2019 Comment 2K Report
dr. Merry Dame Cristy Pane

Stuempfig, N. & Seroy, J. (2019). Viral Gastroenteritis.  StatPearls Publishing.
Shaheen. A, et al. (2018).Public Knowledge of Dehydration and Fluid Intake Practices: Variation by Participants’ Characteristics. BMC Public Health;18:1346
Better Health Victoria. Gastroenteritis.
Health Direct Australia (2017). Gastroenteritis.
Medline Plus. Gastroenteritis.
Nhs Inform Scotland (2019). Gastroenteritis.
National Institute Of Diabetes And Digestive And Kidney Diseases(2018). Definition & Facts For Viral Gastroenteritis (“Stomach Flu”).
Mayo Clinic (2018). Viral Gastroenteritis (Stomach Flu).
Davis, C. Medicinenet (2018). Stomach Flu (Gastroenteritis) Symptoms, Signs Treatment Remedies, Diet.

Kenali Gejala Muntaber dan Cara Mengatasinya

Muntaber disebabkan oleh peradangan pada usus dan lambung, akibat infeksi virus maupun bakteri. Gejala utama penyakit ini adalah muntah dan diare, namun bisa juga disertai dengan gejala lainnya, termasuk gejala yang menandakan bahaya.

Meski muntaber sering dianggap sebagai penyakit bayi dan anak-anak, orang lanjut usia (lansia) dan orang yang daya tahan tubuhnya lemah juga berisiko terkena penyakit ini.

Kenali Beragam Gejala Muntaber

Penyebab muntaber adalah konsumsi makanan yang terkontaminasi virus, parasit, atau bakteri. Selain muntah dan diare, Anda juga perlu mengetahui gejala muntaber lainnya, yaitu:

  • Perut kembung
  • Kram perut
  • Sakit perut
  • Diare
  • Sakit kepala
  • Demam ringan

Penderita muntaber juga akan merasa letih, pegal-pegal dan kurang nafsu makan. Gejala muntaber bisa muncul beberapa saat sampai beberapa minggu setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi. Gejala muntaber dapat berlangsung selama 1-3 hari, bahkan dalam kondisi tertentu, dapat bertahan hingga satu minggu.

Salah satu keadaan yang perlu diwaspadai ketika mengalami muntaber adalah dehidrasi, akibat banyaknya cairan yang keluar lewat muntah dan diare. Segeralah berobat ke dokter bila sudah muncul tanda-tanda dehidrasi, seperti:

  • Mulut dan bibir kering
  • Kulit kering
  • Mata cekung
  • Ubun-ubun cekung (pada anak usia berusia di bawah 2 tahun)
  • Rasa haus yang berlebihan
  • Lemas
  • Frekuensi buang air kecil dan jumlah urine yang berkurang
Cara Mengatasi dan Mencegah Muntaber

Muntaber biasanya bisa sembuh sendiri tanpa membutuhkan obat-obatan khusus. Hanya saja penyakit ini dapat menguras banyak cairan dalam tubuh, sehingga penting untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi.

Selain itu, ketika mengalami muntaber, Anda bisa beristirahat dengan cukup dan  mengonsumsi makanan ringan dan mudah dikunyah, seperti roti dan sup. Kemudian hindari mengonsumsi obat antimuntah dan diare tanpa rekomendasi dari dokter.

Selain mengetahui cara mengatasi muntaber, penting juga memahami cara mencegah muntaber. Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  • Mencuci tangan secara benar dengan sabun dan air mengalir.
  • Hindari mengonsumsi makanan mentah.
  • Konsumsi makanan sehat dan bergizi.
  • Jaga kebersihan lingkungan rumah, mulai dari tiap kamar, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi.

Kenali gejala muntaber, dan lakukan beberapa cara cara di atas untuk mencegah dan mengatasi muntaber. Walaupun bisa sembuh dengan sendirinya, jika frekuensi muntah dan BAB semakin meningkat, disertai dengan gejala dehidrasi, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar dapat diberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2020 DOKTER.TIPS - All rights reserved.