Melahirkan Normal Vs Caesar: Ini Manfaat dan Risikonya

August 2019 Comment 2K Report
dr. Kevin Adrian

Matalliotakis, et al. (2017). Association of Placenta Previa with a History of Previous Cesarian Deliveries and Indications for a Possible Role of a Genetic Component. Balkan Journal of Medical Genetics. 20(2), pp. 5–10.
Zakerihamidi, M., Roudsari, R.L., & Khoei, E.M. (2015). Vaginal Delivery vs. Cesarean Section: A Focused Ethnographic Study of Women's Perceptions in The North of Iran. International Journal of Community Based Nursing and Midwifery. 3(1), pp.39–50.
U.S. Department of Health & Human Services (2018). Office on Women's Health. Labor and Birth.
The American College of Obstetricians and Gynecologists (2018). Cesarean Birth.
Baby Center (2017). Natural Childbirth.
Baby Centre UK (2016). Caesarean Birth: What Are the Risks and Benefits?
Baby Centre UK. What Is a Natural Birth?
Raising Children Network Australia (2017). Birth: Vaginal Birth and Caesarean Birth.
Schlosberg, S. Parents (2010). Why You Don't Want a C-Section.
Mayo Clinic (2018). Tests & Procedures. C-section.
Hersh, E. Healthline (2019). What You Need to Know About Natural Birth.
Fischer, K. Healthline (2018). There Are Some Benefits to C-Sections, Researchers Say.
Weiss, R.E. Verywell Family (2019). Top 5 Reasons Women Want a Natural Childbirth.
WebMD (2019). Methods of Childbirth.
WebMD (2018). What Happens During a C-Section?

Melahirkan Normal Vs Caesar: Ini Manfaat dan Risikonya

Melahirkan normal vs caesar sering menjadi hal yang dipertimbangkan oleh ibu hamil. Pada dasarnya, melahirkan secara normal atau caesar sama baiknya, tergantung kondisi ibu dan bayi. Kedua metode tersebut memiliki manfaat dan risikonya masing-masing.

Ada wanita yang memilih melahirkan secara normal dengan alasan lebih alami dan bisa merasa menjadi “ibu yang sesungguhnya”. Ada juga wanita yang memilih melahirkan secara caesar karena tidak mau merasakan sakit bersalin atau untuk menjaga bentuk organ intim setelah melahirkan.

Baik melahirkan normal maupun caesar memiliki tujuan utama yang sama, yakni membuat persalinan berjalan lancar serta memastikan ibu dan bayi selamat. Apabila Anda sedang mempertimbangkan metode persalinan mana yang ingin dilakukan, pahami dulu segala kelebihan dan kekurangan kedua metode persalinan tersebut.

Keuntungan dan Risiko Melahirkan Normal

Persalinan normal adalah cara alami melahirkan bayi melalui vagina tanpa pembedahan. Metode ini dianggap sebagai cara paling aman dan paling disarankan untuk kondisi kehamilan yang sehat.

Ada beberapa keuntungan melahirkan normal, antara lain:

  • Proses pemulihan dan rawat inap di rumah sakit lebih cepat.
  • Risiko munculnya masalah kesehatan pada bayi lebih sedikit.
  • Mempercepat proses bonding antara ibu dan bayi.
  • Jika di kemudian hari melahirkan lagi, proses persalinan normal bisa lebih cepat dan singkat.
  • Bisa melakukan inisiasi menyusui dini (IMD) atau memberikan ASI pada bayi segera setelah melahirkan.

Sementara risiko melakukan persalinan normal adalah:

  • Terjadinya komplikasi tak terduga saat persalinan, misalnya perdarahan hebat.
  • Vagina harus dijahit jika robek atau digunting (episiotomi).
  • Bila ukuran bayi terlalu besar, ada kemungkinan memerlukan bantuan persalinan, seperti vakum atau forceps.
  • Kelelahan akibat proses persalinan yang lama dan sulit.

Apabila kondisi ibu dan bayi dalam keadaan sehat dan tidak memiliki faktor penyulit, maka cara melahirkan normal adalah yang paling disarankan.

Keuntungan dan Risiko Melahirkan Caesar

Operasi caesar dilakukan dengan membuat sayatan melintang di perut dan rahim ibu. Ada beberapa kelebihan dari persalinan melalui operasi caesar, antara lain:

  • Bisa memilih sendiri waktu persalinan (operasi caesar elektif).
  • Menurunkan risiko cedera kelahiran, seperti distosia bahu (tersangkutnya bahu janin dan tidak dapat dilahirkan) atau janin mengalami patah tulang.
  • Menurunkan risiko terjadinya inkontinensia urine dan prolaps organ panggul (turun peranakan).
  • Lebih dianjurkan untuk ibu hamil yang memiliki penyulit atau komplikasi kehamilan.

Meski memiliki keunggulan, metode persalinan caesar juga memiliki kekurangan atau risiko, yaitu:

  • Proses pemulihan dan rawat inap di rumah sakit lebih lama dibandingkan persalinan normal.
  • Luka operasi menimbulkan bekas luka dan rasa nyeri. Proses pemulihannya pun tergolong lama, bisa berminggu-minggu bahkan hingga beberapa bulan.
  • Terbatas melakukan aktivitas selama setidaknya 6 minggu setelah operasi.
  • Terjadinya komplikasi akibat anestesi, seperti mual, mengantuk, pusing, sakit kepala parah, hingga kerusakan saraf.
  • Terjadinya komplikasi akibat operasi, seperti penyumbatan pembuluh darah, infeksi, perdarahan, hingga adhesi (tumbuhnya jaringan parut yang membuat organ di dalam perut menempel satu sama lain).
  • Kemungkinan kembali melakukan operasi caesar di proses persalinan selanjutnya.
  • Plasenta previa di kehamilan selanjutnya.

Biasanya operasi ini ditempuh karena persalinan normal berisiko membahayakan keselamatan ibu dan bayinya. Berikut ini adalah beberapa hal yang sering menjadi penyebab diperlukannya operasi caesar:

  • Ibu memiliki kondisi medis yang tidak memungkinkannya untuk melahirkan secara normal, misalnya diabetes, preeklamsia, herpes di jalan lahir, HIV, penyakit jantung, atau plasenta previa.
  • Ibu akan melahirkan bayi kembar.
  • Ukuran bayi cukup besar atau berada dalam posisi sungsang.
  • Ibu memiliki panggul yang sempit.
  • Proses pembukaan jalan lahir yang lambat.
  • Pernah menjalani operasi caesar sebelumnya.

Terlepas dari kelebihan dan kekurangan melahirkan normal vs caesar, keputusan untuk menempuh metode persalinan normal atau caesar pada akhirnya akan disesuaikan dengan hasil konsultasi dan pemeriksaan oleh dokter kandungan atau bidan.

Dokter atau bidan akan melakukan pemeriksaan kehamilan serta memantau kondisi ibu dan janin hingga usia kehamilan cukup bulan, kemudian menentukan langkah persalinan yang terbaik.

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2022 DOKTER.TIPS - All rights reserved.