Mengenal Perbedaan Tipes dan DBD dari Gejalanya

August 2019 Comment 2K Report
dr. Tjin Willy

Fernandez, et al. (2016). A Predictive Model to Differentiate Dengue from Other Febrile Illness. BMC Infect Dis., 16 (694), pp. 1-7.
Simmons, et al. (2012). Dengue. N Engl J Med., 366, pp. 1423-32.
Centers for Disease Control and Prevention (2018). A-Z Index. Typhoid Fever and Paratyphoid Fever.
United Nations Population Fund. UNFPA Indonesia. Data Overview.
World Health Organization (2011). Regional Office for South-East Asia. Comprehensive Guidelines for Prevention and Control of Dengue and Dengue Haemorrhagic Fever.
Kementerian Kesehatan RI (2016). InfoDATIN. Situasi DBD di Indonesia.
Mayo Clinic (2018). Diseases & Conditions. Typhoid fever
Brusch, et al. Medscape (2018). Typhoid Fever.
Porat, R. & Dinarello, C.A. UpToDate (2018). Pathophysiology and treatment of fever in adults.

Mengenal Perbedaan Tipes dan DBD dari Gejalanya

Banyak orang yang kesulitan membedakan tipes dan DBD karena keduanya sama-sama diawali dengan gejala berupa demam. Meski gejala awalnya sama, tipes dan DBD merupakan penyakit yang berbeda, baik penyebab, pengobatan, maupun pencegahannya.

Demam berdarah dengue (DBD) disebabkan oleh virus Dengue, yang ditularkan melalui gigitan nyamuk. Sedangkan demam tifoid atau tipes disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi, yang ditularkan melalui makanan.

Walaupun sama-sama penyakit infeksi, tipes dan DBD perlu ditangani dan dicegah dengan cara yang berbeda. Agar bisa membedakan tipes dan DBD, Anda perlu memahami dulu apa saja perbedaan gejala kedua penyakit ini.

Perbedaan Demam pada Tipes dan DBD

Demam merupakan gejala awal yang timbul pada DBD maupun tipes. Bukan hanya karena infeksi, demam atau peningkatan suhu tubuh juga bisa disebabkan oleh peradangan, penyakit autoimun, bahkan dehidrasi. Oleh karena itu, demam juga perlu dibedakan berdasarkan sifatnya.

Ada sedikit perbedaan pola demam pada penyakit tipes (demam tifoid) dengan demam berdarah (DBD). Berikut adalah penjelasannya:

  • Demam berdarah atau DBD ditandai dengan demam tinggi (suhu antara 39-40 derajat Celcius) yang muncul secara mendadak, demam bisa berlangsung sampai tujuh hari dan terjadi secara terus menerus.
  • Pada tifoid, demam akan muncul secara bertahap. Saat gejala awal muncul, suhu tubuh bisa normal atau rendah, lalu akan naik secara perlahan setiap hari, dan bisa mencapai 40 derajat Celcius.

Perbedaan Gejala Khas Tipes dan DBD

Selain pola demam yang berbeda, ada gejala khas yang muncul pada masing-masing penyakit. Gejala khas pada demam berdarah dengue adalah perdarahan, seperti mimisan, gusi berdarah, menstruasi yang lebih panjang atau lebih banyak, BAB berdarah, atau muntah darah.

Tanda perdarahan pada DBD bisa juga tidak terlihat, sehingga dokter atau perawat perlu melakukan uji bendung menggunakan alat pengukur tekanan darah (tensimeter), untuk memicu perdarahan pada kulit berupa bintik-bintik merah.

Berbeda dengan demam berdarah yang ditandai dengan perdarahan, penyakit tipes ditandai dengan gejala awal berupa gangguan saluran pencernaan, seperti sembelit atau diare, rasa tidak nyaman di perut, hingga nyeri perut.

Pemeriksaan Tambahan untuk Tipes dan DBD

Bila mengalami gejala tipes atau DBD, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter. Dokter akan menanyakan gejala yang Anda rasakan, melakukan pemeriksaan fisik, serta melakukan beberapa pemeriksaan penunjang, seperti tes darah, untuk mengetahui penyebab gejala tersebut.

Pemeriksaan hitung darah lengkap pada penderita demam berdarah dilakukan untuk menilai kekentalan darah, jumlah sel pembekuan darah (trombosit atau keping darah), serta jumlah sel darah merah atau hemoglobin. Pemeriksaan darah dapat dilakukan secara berkala setiap hari.

Berbeda dengan demam berdarah, pemeriksaan darah bagi penderita tipes bertujuan untuk melihat antibodi terhadap bakteri Salmonella typhi.

Pengobatan kedua penyakit ini juga berbeda. Pengobatan utama DBD dilakukan dengan memenuhi kebutuhan cairan tubuh, sedangkan penyakit tipes memerlukan antibiotik untuk menghilangkan infeksi.

Langah Pencegahan Tipes dan DBD

Cara pencegahan tipes dan DBD juga berbeda. Untuk mencegah DBD Anda dapat memasang kelambu, menggunakan lotion anti nyamuk, rajin membersihkan lingkungan, menguras bak mandi, serta menutup tempat penampungan air.

Sementara upaya pencegahan tipes dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan diri dan asupan makanan atau minuman, yaitu dengan mencuci tangan sebelum makan, mencuci bahan makanan hingga bersih, serta mengonsumsi air matang atau air kemasan yang terjamin kebersihannya.

Dengan mengetahui perbedaan tipes dan DBD, Anda diharapkan dapat lebih waspada terhadap kedua penyakit ini, serta melakukan penanganan awal dan perawatan yang tepat.

Namun untuk memastikannya, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai untuk mengatasi penyakit yang Anda derita dan mencegah komplikasi yang dapat berakibat fatal.

Ditulis oleh:

dr. Ida Bagus Aditya Nugraha, SpPD (Dokter Spesialis Penyakit Dalam)

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2019 DOKTER.TIPS - All rights reserved.