Minuman Berenergi Dampaknya Buruk bagi Ginjal, Mitos atau Fakta?

June 2019 Comment 3K Report
dr. Kevin Adrian

Rebholz, C. et al. (2019). Patterns of Beverages Consumed and Risk of Incident Kidney Disease. Clinical Journal of the American Society of Nephrology. 14(1), pp. 49-56.
Higgins, et al. (2018). Energy Drinks: A Contemporary Issues Paper. Current Sports Medicine Reports. 17(2), pp. 65-72.
Justus, H. (2018). Trendy Energy Drinks and the Renal Diet. Journal of Renal Nutrition. 28(2), pp. e5-e10.
Al-Shaar, et al. (2017). Health Effects and Public Health Concerns of Energy Drink Consumption in the United States: A Mini-Review. Frontiers in Public Health. 5, pp. 225.
Wilson, T. (2016). Effects of Monster Energy Drink on Cardiovascular and Renal Functioning in Young Adults. International Journal of Food and Nutritional Science. 3(2), pp. 350-353.
Yuzbashian, et al. (2016). Sugar-Sweetened Beverage Consumption and Risk of Incident of Chronic Kidney Disease: Tehran Lipid and Glucose Study. Asian Pacific Society of Nephrology. 21(7), pp. 608-616.
Ali, et al. (2015). Energy Drinks and Their Adverse Health Effects: A Systematic Review of the Current Evidence. Postgraduate Medicine. 127(3), pp. 308-322.
Alsunni, A.A. (2015). Energy Drink Consumption: Beneficial and Adverse Health Effects. International Journal of Health Sciences. 9(4), pp. 468-474.
Bulut, et al. (2014). Energy Drink Use in University Students and Associated Factors. Journal of Community Health. 39(5), pp. 1004-1011.
Greene, E., Oman, K., & Lefler, M. (2014). Energy Drink-Induced Acute Kidney Injury. Annals of Pharmacotherapy. 48(10), pp. 1366-1370.
Mora-Rodriguez, R. & Pallarés, J.G. (2014). Performance Outcomes and Unwanted Side Effects Associated with Energy Drinks. Nutrition Reviews. 72 Suppl 1, pp. 108-120.
Salinero, et al. (2014). The Use of Energy Drinks in Sport: Perceived Ergogenicity and Side Effects in Male and Female Athletes. The British Journal of Nutrition. 112(9), pp. 1494-1502.
Higgins, J.P, Tuttle, T.D, and Higgins, C.L. (2010). Energy Beverages: Content and Safety. Mayo Clinic Proceedings. 85(11), pp. 1033-1041.
Barta, K. Healthline (2016). Healthy Energy Drinks: Is There Such a Thing?
Krans, B. Healthline (2018). No Proof Energy Drinks Harm Blood Vessels, Unhealthy for Other Reasons.
Chauhan, V. Verywell Health (2019). Energy Drinks' Effect on Kidneys and Health.

Minuman Berenergi Dampaknya Buruk bagi Ginjal, Mitos atau Fakta?

Minuman berenergi dikatakan dapat berdampak buruk bagi kesehatan, salah satunya adalah merusak ginjal. Apakah hal tersebut benar atau sekedar mitos? Mari kita telusuri jawabannya di artikel berikut!

Minuman berenergi merupakan minuman ringan yang berkhasiat dalam meningkatkan energi, stamina, performa fisik, konsentrasi, suasana hati, serta mengatasi kelelahan. Oleh karena itu, minuman ini kerap digunakan untuk mengatasi ngantuk dan lelah.

Kandungan terbanyak pada minuman berenergi adalah kafein. Kafein merupakan zat perangsang (stimulan) sistem saraf yang membuat tubuh menjadi lebih waspada dan tetap terjaga. Minuman berenergi juga memiliki kandungan gula yang tinggi, bisa dalam bentuk fruktosa, sukrosa, maupun pemanis buatan.

Selain itu, minuman berenergi juga bisa mengandung beragam zat lain, seperti ginseng, taurin, glukoronolakton, guarana, L-karnitin, inositol, asam sorbat, dan vitamin B, walaupun dalam jumlah yang kecil.

Dampak Minuman Berenergi terhadap Ginjal

Minuman berenergi memiliki beberapa efek samping yang mampu memengaruhi organ di dalam tubuh. Organ yang paling sering terkena efek samping minuman ini adalah jantung, saraf, dan otak. Walaupun lebih jarang terjadi, minuman berenergi juga dapat berdampak pada saluran cerna dan ginjal.

Berikut ini adalah dampak konsumsi minuman berenergi pada ginjal:

Meningkatkan frekuensi berkemih dan risiko dehidrasi

Kafein memiliki efek diuretik, yaitu kemampuan untuk meningkatkan produksi urine. Itulah sebabnya, Anda akan lebih sering buang air kecil setelah mengkonsumsi minuman yang berkafein, termasuk minuman berenergi.

Selain itu, kafein juga dapat meningkatkan pembuangan garam (natrium) dalam urine. Natrium berfungsi untuk menahan cairan di dalam tubuh, sehingga tubuh tidak kekurangan cairan.

Banyaknya natrium dan cairan yang terbuang setelah mengkonsumsi kafein akan menyebabkan tubuh berisiko mengalami dehidrasi.

Menyebabkan kerusakan pada ginjal

Efek samping ini jarang terjadi, namun cukup serius. Konsumsi minuman berenergi secara berlebihan atau dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan pada ginjal yang dapat menyebabkan:

  • Gagal ginjal akut. Gagal ginjal akut adalah kondisi di mana ginjal gagal untuk berfungsi, yang terjadi secara mendadak (dalam beberapa jam atau beberapa hari). Kafein, taurin, ekstrak ginseng, dan gula yang berlebihan dalam minuman berenergi berperan dalam menyebabkan terjadinya kondisi ini. Terlalu sering atau terlalu banyak mengonsumsi minuman berenergi yang mengandung zat-zat tersebut dapat mengakibatkan naiknya tekanan darah dan gangguan aliran darah pada ginjal. Hal inilah yang menyebabkan gagal ginjal akut
  • Gagal ginjal kronis. Efek tidak langsung dari konsumsi minuman berenergi secara berlebihan adalah gagal ginjal kronis, yaitu gangguan pada struktur maupun fungsi ginjal yang berkembang secara bertahap, selama minimal 3 bulan.  Satu kaleng minuman berenergi mengandung sekitar 54 gram atau setara 13 sendok teh gula. Asupan gula yang berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas dan diabetes. Kedua kondisi tersebut pada akhirnya dapat menyebabkan gagal ginjal kronis.
  • Ternyata pendapat bahwa minuman berenergi memiliki dampak buruk bagi ginjal adalah fakta. Dampak buruk ini umumnya terjadi pada konsumsi minuman energi secara berlebihan atau dalam jangka panjang.

    Untuk mencegah terjadinya gangguan pada ginjal, Anda disarankan untuk membatasi konsumsi minuman berenergi tidak lebih dari 500 ml atau 1 kaleng per hari. Selain itu, perbanyak juga minum air putih untuk mencegah terjadinya dehidrasi.

    Anda sebaiknya tidak mengonsumsi minuman berenergi bila memiliki penyakit diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit  jantung, atau penyakit ginjal. Segeralah periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami efek samping yang berat setelah mengonsumsi minuman berenergi.

    Ditulis oleh:

    dr. Caroline Claudia

    Artikel Terkait

    Disclaimer

    Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

    Get in touch

    © Copyright 2022 DOKTER.TIPS - All rights reserved.