Barbiturat

August 2019 Comment 5K Report
dr. Tjin Willy

Weaver, M.F. (2015). Prescription Sedative Misuse and Abuse. Yale J Biol Med, 88(3), pp. 247-256.
Gordon, K. (2014). Patients’ Physical Response to Thiopental and Alternative Anesthetic Agents in the Setting of Electroconvulsive Therapy. Can J Hosp Pharm., 67(6), pp. 447–52.
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (2017). Cek BPOM. Thiopental.
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (2017). Cek BPOM. Phenobarbital.
NIH (2017). MedlinePlus. Barbiturate Intoxication and Overdose.
Mayo Clinic (2019). Drugs and Supplements. Barbiturates (Oral Route, Parental Route, Rectal Route).
Drugs (2019). Barbiturates.
MedicineNet. Barbiturates.
Charbek, E. Medscape (2013). Barbiturate Levels.
MIMS Indonesia. Phenobarbital.
MIMS Indonesia. Thiopental Sodium.
WebMD. Barbiturate Abuse.

Barbiturat

Barbiturat adalah golongan obat penenang yang biasa digunakan sebelum operasi atau untuk mengatasi kejang. Obat golongan ini dapat menyebabkan efek rileks dan kantuk, karena barbiturat dapat mengurangi aktivitas saraf di otak.

Terkait fungsinya sebagai obat penenang, barbiturat kerap disalahgunakan. Penggunaan barbiturat yang tidak tepat sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan kecanduan, ketergantungan, koma, hingga kematian.

Peringatan:
  • Penggunaan barbiturat harus sesuai dengan resep dokter. Penggunaan yang tidak sesuai dapat menyebabkan ketergantungan obat dan membahayakan nyawa penggunanya.
  • Barbiturat dapat menyebabkan koma bahkan kematian, jika digunakan dalam dosis berlebih. Segera cari pertolongan medis jika muncul gejala yang membahayakan, seperti lemas, sulit bicara, hingga sesak napas.
  • Penggunaan barbiturat dalam jangka panjang harus di bawah pengawasan dokter. Diskusikan kembali dengan dokter mengenai manfaat dan risiko konsumsi barbiturat untuk jangka panjang.
  • Penggunaan barbiturat pada ibu hamil berisiko menimbulkan bayi terlahir cacat. Diskusikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko menggunakan barbiturat saat hamil, serta jangan menggunakan obat ini tanpa resep dokter.
  • Barbiturat terserap ke dalam ASI. Agar terhindar dari efek samping yang berbahaya, konsultasikan ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan barbiturat saat menyusui.
  • Pengunaan obat pada anak dapat menyebabkan euphoria atau rasa gembira yang tidak wajar. Ikuti aturan pemakaian dari dokter saat memberikan barbiturat ke pada anak-anak.
  • Hati-hati menggunakan barbiturat pada lansia. Pengguna lansia juga dapat mengalami euphoria, serta tampak kebingungan atau depresi.
  • Informasikan kepada dokter jika memiliki alergi terhadap obat barbiturat. Beri tahu juga jika memiliki alergi lainnya, seperti alergi obat jenis lain atau alergi makanan dan minuman.
  • Sebelum melakukan tes kesehatan, informasikan kepada dokter jika Anda sedang menggunakan barbiturate, sebab barbiturat dapat memengaruhi hasil pemeriksaan tersebut.
  • Jangan mengonsumsi alkohol atau obat penenang lain saat menggunakan obat golongan barbiturat. Hal ini dapat menyebabkan efek samping yang berbahaya, bahkan
  • Penggunaan pil KB bersamaan dengan barbiturat dapat menurunkan efektifitas pil KB hingga menyebabkan kehamilan. Oleh karena itu, diskusikan dengan dokter kandungan mengenai metode kontrasepsi yang tepat untuk menunda kehamilan, saat mengonsumsi barbiturat.
  • Barbiturat dapat menyebabkan pusing dan kantuk, jangan menggunakan obat ini sebelum melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, seperti menyetir atau menggunakan mesin atau alat berat.
  • Segera ke IGD bila timbul gejala overdosis obat, seperti kebingungan, sulit dibangunkan, lemas, mudah marah, tidak fokus, bicara pelo, atau sesak napas.
Efek Samping Barbiturat

Efek samping yang umum saat menggunakan barbiturat adalah pusing, ngantuk, merasa seperti sedang mabuk, dan gangguan keseimbangan. Efek tersebut biasanya tidak membutuhkan penanganan medis dan akan hilang dengan sendirinya.

Meski demikian, barbiturat juga dapat menyebabkan efek samping yang berat bila dikonsumsi untuk jangka panjang atau tidak sesuai anjuran dokter, antara lain:

  • Nyeri otot, sendi, atau tulang.
  • Kelemahan otot.
  • Perdarahan.
  • Hilang nafsu makan.
  • Berat badan menurun.
  • Penyakit kuning.
  • Nyeri dada.

Konsultasikan dengan dokter bila muncul efek samping di atas.

Jenis, Merek Dagang, dan Dosis Barbiturat

Dosis barbiturat yang diberikan tergantung pada jenis obat, bentuk, dan kegunaan obatnya. Berikut adalah pembagian dosis barbiturat berdasarkan jenis dan tujuan penggunaannya:

Thiopental

Merek dagang thiopental: Tiopol, Thiopental Sodium, Thiopental (Ber) G.

Semua obat thiopental diberikan dengan disuntikkan ke dalam pembuluh darah (intravena). Di bawah ini adalah pembagian dosis thiopental berdasarkan tujuan penggunaannya:

  • Obat bius sebelum operasi Dewasa: 100-150 mg diberikan sebelum operasi, dosis maksimal 500 mg. Anak-anak: 2-7 mg/kgBB diberikan sebelum operasi.
  • Untuk menurunkan tekanan di dalam kepala Dewasa: 1,5-3,5 mg/kgBB. Anak-anak di atas 3 bulan: 1-4 mg/kgBB per jam.
  • Untuk mengatasi kejang yang tidak berhenti pada penderita epilepsi (status epileptikus) Dewasa: 75-125 mg/kgBB. Anak-anak: 5 mg/kgBB.
Phenobarbital

Untuk mendapatkan penjelasan lengkap tentang kegunaan, dosis, dan cara penggunaan phenobarbital, silakan kunjungi halaman obat phenobarbital.

 

 

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2020 DOKTER.TIPS - All rights reserved.