Paromomycin

August 2019 Comment 6K Report
dr. Tjin Willy

Chawla, et al. (2011). Paromomycin Affects Translation and Vesicle-Mediated Trafficking as Revealed by Proteomics of Paromomycin -Susceptible -Resistant Leishmania Donovani. PLoS One, 6 (10), pp. e26660.
Davidson, R.N., Boer, M.D. & Ritmeijer, K. (2009). Promomycin. Transaction of the Royal Society of Tropical Medicine and Hygiene, 103 (7), pp. 653-660.
Badan Pengawas Obat dan Makanan RI (2017). Cek BPOM. Paromomycin.
Mayo Clinic (2019). Drugs and Supplements. Paromomycin (Oral Route).
Drugs (2019). Drug Interactions Between Cholera Vaccine, Live and Paromomycin.
Drugs (2019). Paromomycin.
MedicineNet (2013). Paromomycin – Oral, Humatin.
Medscape (2019). Paromomycin (Rx).
MIMS Indonesia (2019). Paromomycin.
WebMD. Paromomycin Sulfate.

Paromomycin

Paromomycin adalah obat yang digunakan untuk mengobati infeksi parasit, seperti amebiasis dan cacingan di saluran pencernaan. Paromomycin bekerja aktif menghentikan pertumbuhan parasit, terutama yang terdapat di dalam usus.

Meskipun dapat mengobati infeksi parasit, paromomycin sebenarnya adalah antibiotik jenis aminoglikosida. Sama seperti antibiotik pada umumnya, obat ini perlu dikonsumsi sampai infeksi benar-benar hilang.

Selain untuk mengobati infeksi parasit, paromomycin juga dapat digunakan sebagai obat tambahan untuk penyakit ensefalopati hepatik. Kondisi ini menyebabkan seseorang mengalami gangguan kesadaran akibat adanya gangguan organ hati.

Merek dagang: Gabbryl

Tentang Paromomycin
Golongan Antibiotik/antiparasit aminoglikosida
Kategori Obat resep
Manfaat Mengatasi amebiasis dan cacingan di saluran pencernaan
Dikonsumsi oleh Dewasa dan anak-anak
Kategori kehamilan dan menyusui Kategori C: Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping terhadap janin, namun belum ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya boleh digunakan jika besarnya manfaat yang diharapkan melebihi besarnya risiko terhadap janin. Paromomycin terserap ke dalam ASI. Bila Anda sedang menyusui, jangan menggunakan obat ini tanpa memberi tahu dokter.
Bentuk obat
Peringatan:
  • Paromomycin tidak boleh digunakan tanpa resep dokter.
  • Jangan menggunakan obat ini jika menderita obstruksi usus.
  • Hati-hati dalam menggunakan paromomycin jika menderita kolitis ulseratif dan gangguan ginjal.
  • Sebelum mengonsumsi paromomycin, beri tahu dokter jika memiliki alergi terhadap obat ini atau antibiotik jenis aminoglikosida. Informasikan juga jika memiliki alergi lainnya.
  • Konsultasikan dengan dokter jika ingin melakukan imunisasi atau vaksinasi saat menggunakan obat ini.
  • Informasikan kepada dokter jika sedang menggunakan obat-obatan lainnya, termasuk suplemen dan obat herbal, sebelum menggunakan obat ini.
Dosis Paromomycin

Pembagian dosis paromomycin dibedakan berdasarkan penyakit yang diderita. Berikut adalah pembagiannya:

  • Amebiasis Dewasa: 20-35 mg/kgBB, dikonsumsi 3-4 kali per hari, selama 5-10 hari, tergantung jenis amuba. Anak-anak: Sama seperti dosis untuk dewasa.
  • Cacingan Dewasa: 11-45 mg/kgBB per hari, bisa dosis tunggal atau sekali sehari selama 5-7 hari, tergantung jenis cacing.
  • Obat tambahan untuk ensefalopati hepatik Dewasa: 4 gram per hari dalam dosis terbagi, selama 5-6 hari Anak-anak: Dosis sesuai anjuran dokter.
  • Kriptosporidiosis Dosis: 25-35 mg/kgBB, dikonsumsi 4 kali per hari, selama 10-14 hari.
  • Giardiasis Dosis: 24-35 mg/kgBB, dikonsumsi 3 kali per hari, selama 7 hari.
Mengonsumsi Paromomycin dengan Benar

Paromomycin harus digunakan sesuai dengan petunjuk penggunaan obat atau sesuai dengan resep dokter. Jangan menambah atau mengurangi dosis, serta jangan memperpanjang penggunaan obat.

Paromomycin harus dikonsumsi sampai habis sesuai resep dokter. Jangan menghentikan penggunaaan obat meskipun gejala telah hilang. Menghentikan penggunaan obat tidak sesuai anjuran dapat menyebabkan bakteri terus tumbuh dan penyakit muncul kembali.

Jika lupa mengonsumsi paromomycin, segera konsumsi obat ini jika jadwal dosis berikutnya belum terlalu dekat. Bila sudah dekat, abaikan dosis sebelumnya dan jangan menggandakan dosis.

Simpan paromomycin di tempat yang kering dan tertutup, dalam suhu ruangan, serta terhindar dari panas dan paparan sinar matahari langsung. Jangan simpan paromomycin di dalam kulkas dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Obat Paromomycin

Paromomycin dapat menimbulkan interaksi jika digunakan bersamaan dengan obat-obatan lainnya. Interaksi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya efek samping atau menyebabkan obat tidak bekerja dengan baik.

Berikut adalah efek interaksi obat yang dapat muncul jika paromomycin digunakan bersama obat lain:

  • Penurunan efektivitas vaksin, jika digunakan bersama vaksin kolera.
  • Gemetar, jantung berdebar, dan kejang, jika digunakan bersama esomeprazole.
Efek Samping dan Bahaya Paromomycin

Ada beberapa efek samping yang umum terjadi setelah penggunaan paromomycin, di antaranya:

  • Mual
  • Muntah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kram perut
  • Diare
  • Mulas

Paromomycin juga dapat menimbulkan efek samping jika digunakan dalam jangka waktu lama atau berulang, yang meliputi sariawan dan candidiasis.

Paromomycin juga dapat menimbulkan reaksi alergi obat yang serius. Segeralah periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami gejala-gejala di bawah ini:

  • Ruam yang terasa gatal.
  • Bengkak, terutama pada wajah, lidah atau tenggorokan.
  • Pusing.
  • Sesak napas.

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2020 DOKTER.TIPS - All rights reserved.