Pahami Gejala dan Perawatan Depresi pada Anak

June 2019 Comment 4K Report
dr. Kevin Adrian

NCBI Bookshelf (2016). DSM-5 Changes: Implications for Child Serious Emotional Disturbance. Chapter 3 - DSM-5 Child Mental Disorder Classification.
Lima, et al. (2013). Childhood Depression: A Systematic Review. Neuropsychiatric Disease and Treatment. 9, pp. 1417-1425.
World Health Organization (2017). Mental Health. Depression: Let’s Talk.
Bhatia, R. Anxiety and Depression Association of America. Childhood Depression.
American Academy of Pediatrics. Depression Fact Sheet.
Cleveland Clinic (2015). Depression in Children.
Kidshealth, Nemours (2016). For Parents. Depression.
Psychology Today (2016). Child’s Play: How Play Therapy Works.
Starkman, M.N. Psychology Today (2017). Are You the Parent of a Depressed Child or Teenager?
Dryden-Edwards, R. MedicineNet (2018). Depression in Children.
Giardino, A.P. Medscape (2017). Drugs & Diseases. Pediatric Depression Treatment & Management.
Schimelpfening, N. Verywell Mind (2017). Signs and Symptoms of Depression in Children.
Schimelpfening, N. Verywell Mind (2017). What You Need to Know about Childhood Depression.

Pahami Gejala dan Perawatan Depresi pada Anak

Tak hanya pada orang dewasa, depresi juga bisa terjadi pada anak. Depresi pada anak dapat ditandai dengan beberapa gejala, seperti perasaan sedih yang menetap, tidak mau bermain, perubahan perilaku, hingga penurunan prestasi di sekolah. Untuk lebih memahami gejala dan perawatan depresi pada anak, mari simak ulasan berikut.

Depresi pada anak dapat membatasi kemampuannya untuk beraktivitas secara normal. Kondisi ini bisa terjadi karena beberapa faktor, mulai dari bullying di sekolah, kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, perceraian orang tua, kematian orang yang dicintai, hingga gangguan mental, seperti bipolar, autisme, dan ADHD.

Gejala Umum Depresi pada Anak

Kondisi anak yang depresi sering kali tidak disadari. Hal ini dikarenakan anak-anak belum dapat menyampaikan perasaannya dengan baik. Oleh karena itu, orang tua perlu mencermati perubahan emosi dan perilaku anak.

Gejala depresi pada anak dapat dibagi menjadi gejala fisik dan gejala mental. Berikut adalah penjelasannya:

Gejala fisik

Beberapa gejala fisik depresi pada anak yang perlu diwaspadai adalah sering sakit perut, sering sakit kepala, berat badan tidak bertambah atau terlihat semakin kurus, nafsu makan berkurang atau justru bertambah dengan cepat, terlihat letih, dan sulit tidur.

Gejala mental

Gejala mental dari depresi pada anak antara lain adalah:

  • Menjadi mudah mengamuk, terlebih jika dirinya dikritik.
  • Merasa sedih bahkan putus asa.
  • Tidak mau atau tidak mampu menyelesaikan tugas sekolah.
  • Kehilangan minat dalam melakukan hobi atau aktivitas yang sebelumnya digemari.
  • Enggan berinteraksi atau bergaul dengan teman-teman sebayanya, bahkan dengan keluarganya.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri.
  • Merasa sangat bersalah dan menganggap dirinya tidak berharga.
  • Sering terlihat gelisah atau cemas.

Anak dapat dicurigai mengalami depresi bila gejala-gejala tersebut berlangsung hingga lebih dari 2 minggu, serta mengganggu aktivitas anak sehari-hari. Apabila tidak ditangani, gejala depresi pada anak bisa semakin parah.

Perawatan Anak yang Depresi

Jika anak menunjukkan gejala yang dicurigai sebagai depresi, maka sebaiknya orang tua segera membawa anak ke psikolog atau psikiater anak.

Jika anak terdiagnosis mengalami depresi, maka ia perlu mendapatkan perawatan dan pengobatan. Beberapa langkah penanganan yang bisa dilakukan untuk mengatasi depresi pada anak adalah:

  • Konseling dan psikoterapi, termasuk terapi perilaku kognitif.
  • Terapi bermain.
  • Pemberian obat-obatan antidepresan.

Perawatan yang disarankan untuk anak dengan depresi akan disesuaikan dengan berat ringannya gejala depresi, respon anak terhadap terapi, serta kemampuan anak untuk mengikuti sesi terapi dengan baik.

Pentingnya Dukungan Orang Tua

Peran orang tua sangat penting dalam proses pemulihan depresi pada anak. Orang tua perlu mendampingi dan memberi dukungan pada anak yang sedang depresi.

Terapi depresi membutuhkan waktu sebelum hasilnya dapat terlihat. Oleh karena itu, orang tua perlu bersabar dan memberikan dukungan emosional pada anak selama proses terapi.

Orang tua juga perlu memastikan anak mengonsumsi makanan bergizi, cukup tidur, rutin berolahraga, dan memiliki kesempatan untuk melakukan hobinya. Hal ini akan memberikan efek positif pada suasana hatinya.

Ketika anak mengalami depresi, orang tua tentu akan ikut prihatin, sedih, bahkan frustasi. Namun, cobalah untuk tetap sabar dan mengerti kondisi anak, karena hubungan yang positif dengan orang tua akan sangat membantu anak dalam mengatasi depresi.

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2022 DOKTER.TIPS - All rights reserved.