PCOS pada Remaja serta Pengobatannya

August 2019 Comment 1K Report
dr. Tjin Willy

Martin, et al. (2018). Evaluation and Treatment of Hirsutism in Premenopausal Women: An Endocrine Society Clinical Practice Guideline. J Clin Endocrinol Metab., 103 (4), pp. 1233-57.
Styne, et al. (2017). Pediatric Obesity-Assessment, Treatment and Prevention: An Endocrine Society Clinical Practice Guideline. J Clin Endocrinol Metab., 102 (3), pp. 709-57.
Adeniji, et al. (2016). Metabolic Effects of a Commonly Used Combined Hormonal Oral Contraceptive in Women With and Without Polycystic Ovary Syndrome. J Womens health (Larchmt), 25 (6), pp. 638-45.
McCartney, C.R. & Marshall, J.C. (2016). Clinical Practice. Polycystic Ovary Syndrome. N Engl J Med., 375 (1), pp. 54-64.
Twig, et al. (2016). Body-Mass Index in 2.3 Million Adolescents and Cardiovascular Death in Adulthood. N Engl J Med., 374, pp. 2430-40.
Wong, et al. (2016). A Randomized Pilot Study of Dietary Treatments for Polycystic Ovary Syndrome in Adolescents. Pediatr Obes., 11 (3), pp. 210-20.
Rosenfield, R.L. (2015). The Diagnosis of Polycystic Ovary Syndrome in Adolescents. Pediatrics, 136 (6), pp. 1154-65.
The American College of Obstetricians and Gynecologists (2017). Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Lucidi, R.S. Medscape (2018). Polycystic Ovarian Syndrome.

PCOS pada Remaja serta Pengobatannya

Polycystic ovary syndrome atau PCOS adalah kelainan hormonal yang sering terjadi pada remaja putri. Penyakit ini dapat menimbulkan gejala berupa gangguan menstruasi di masa pubertas. Jika tidak diobati, PCOS pada remaja dapat menyebabkan gangguan kesuburan dan beragam penyakit.

PCOS atau sindrom polikistik ovarium merupakan gangguan reproduksi wanita yang membuat sel telur tidak bisa dilepaskan, kadar hormon maskulin (androgen) menjadi berlebih, dan kista muncul dalam jumlah yang banyak di dalam ovarium.

Sampai saat ini, penyebab PCOS belum diketahui dengan pasti. Namun, penyakit ini diduga disebabkan oleh gangguan fungsi insulin (hormon pengatur gula darah), ketidakseimbangan hormon estrogen dan progesteron, serta faktor genetik.

PCOS sering muncul pada usia remaja. Tidak hanya mengakibatkan gangguan menstruasi, PCOS pada remaja berisiko menimbulkan gangguan kesuburan, gangguan kecemasan atau depresi, hingga penyakit jantung dan kanker rahim.

Mengurai Lebih Jauh Mengenai Gejala PCOS pada Remaja

Gejala PCOS biasanya sudah muncul di masa pubertas, meskipun beberapa penderita tidak mengalami gejala sampai dewasa. Gejala yang sering dialami oleh penderita PCOS di usia remaja adalah gangguan menstruasi, seperti haid tidak teratur atau bahkan tidak haid sama sekali (amenorrhea).

Berikut ini adalah beberapa contoh gangguan menstruasi yang bisa terjadi pada penderita PCOS:

  • Tidak menstruasi selama 3 bulan, padahal sebelumnya sudah mendapatkan menstruasi.
  • Siklus menstruasi yang panjang (oligomenorea), yaitu mendapatkan haid tiap 3 bulan pada tahun pertama setelah haid pertama kali, mendapatkan haid tiap 2 bulan sekali di tahun kedua setelah haid pertama, atau mendapatkan haid tiap 45 hari sekali.
  • Jarak antara menstruasi kurang dari 3 minggu, atau menstruasi terjadi lebih dari 7 hari.

Selain gangguan menstruasi, kenaikan hormon androgen pada penyakit PCOS dapat menimbulkan jerawat yang parah serta tumbuhnya kumis, jenggot, atau bulu dada pada wanita (hirsutisme).

Penderita PCOS pada remaja juga dapat mengalami obesitas dan kelainan pigmen kulit yang disebut akantosis nigrikans.

Pengobatan PCOS pada Remaja

Tujuan pengobatan PCOS pada remaja adalah untuk meredakan gejalanya. Oleh karena itu, metode pengobatannya tergantung pada gejala yang muncul.

Untuk mengurangi gejala, pasien dianjurkan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti berolahraga rutin sebanyak 150 menit per minggu, mengurangi konsumsi makanan dan minuman manis, serta menghindari konsumsi makanan cepat saji. Gaya hidup tersebut dapat membuat fungsi insulin dalam tubuh menjadi lebih efektif.

Sedangkan metode pengobatan yang umum diberikan oleh dokter untuk mengatasi PCOS pada remaja berdasarkan gejalanya adalah:

Pengobatan gangguan menstruasi

Untuk mengatasi gangguan menstruasi pada penderita PCOS, dokter dapat memberikan pil KB kombinasi yang mengandung hormon estrogen dan progesteron. Pilihan obat lainnya adalah pil hormon yang mengandung progesteron saja atau patch (koyo) yang mengandung hormon estrogen dan progesteron.

Pengobatan hirsutisme

Hirsutisme dapat dikurangi dengan pil KB kombinasi atau obat spironolactone. Selain menggunakan obat, penderita PCOS dapat mencukur bulu, mengoleskan krim perontok bulu, melakukan waxing, atau menjalani terapi laser untuk menghilangkan rambut-rambut yang tidak diinginkan.

Pengobatan jerawat

Dokter dapat memberikan pil hormon kombinasi estrogen dan progesteron atau pil spironolactone untuk menghambat hormon androgen yang dapat merangsang timbulnya jerawat. Selain pil hormon, dokter juga dapat memberikan krim antibiotik untuk mengobati jerawat.

Walaupun PCOS tidak dapat sembuh total, ada beberapa pilihan pengobatan yang dapat membantu mengurangi gejala penyakit ini. Dengan pengobatan yang tepat, penderita PCOS dapat hidup dengan normal.

Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan bila Anda atau anak remaja Anda mengalami gangguan menstruasi, hirsutisme, dan jerawat yang parah. Dokter akan memastikan apakah gangguan tersebut disebabkan oleh PCOS atau kondisi yang lain.

Ditulis oleh: dr. Akbar Novan Dwi Saputra, SpOG (Dokter Kandungan)

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2019 DOKTER.TIPS - All rights reserved.