January 2019 Comment 4K Report
dr. Tjin Willy

Kalantari, et al. (2011). The Effect and Persistency of 1% Aluminium Chloride Hexahydrate Iontophoresis in the Treatment of Primary Palmar Hyperhidrosis. Iranian Journal of Pharmaceutical Research, 10(3), pp. 641-645.
Scamoni, et al. (2012). Treatment of Primary Axillary Hyperhidrosis with Botulinum Toxin Type A: Our Experience in 50 Patients from 2007 to 2010. ISRN Dermatology, 2012: 702714.
Jewel, T. Healthline (2017). What Causes Cold Sweats and What Can You Do about It?
Morris, S. Healthline (2016). Understanding Diaphoresis.
Roth, E. Healthline (2016). Iontophoresis.
Brouhard, R. Verywell (2018). Causes and Treatment of Cold Sweats.

Keringat Dingin

Keringat dingin atau diaporesis adalah keringat yang muncul bukan disebabkan oleh olahraga atau cuaca panas. Kondisi ini tidak berhubungan dengan cuaca sedang dingin atau panas. Keringat dingin dapat muncul di bagian tubuh manapun, namun umumnya muncul di telapak tangan, telapak kaki, dan ketiak.

Keringat dingin berbeda dengan keringat yang muncul saat tidur (night sweats). Night sweats hanya dialami saat tidur, dan terjadi pada seluruh tubuh. Sedangkan keringat dingin dapat dialami kapan saja.

Keringat dingin atau disebut juga hiperhidrosis sekunder, merupakan gejala dari sejumlah kondisi medis, dan beberapa di antaranya merupakan kondisi yang berbahaya serta tergolong darurat.

Penyebab Keringat Dingin

Ada beragam kondisi yang dapat menyebabkan munculnya keringat dingin, seperti yang akan dijelaskan di bawah ini:

Syok Syok adalah kondisi berkurangnya aliran darah ke otak dan organ vital lain, sehingga organ tersebut kekurangan oksigen dan nutrisi. Syok tergolong kondisi darurat yang dapat mengancam nyawa bila tidak segera ditangani.

Hipoksia Hipoksia adalah berkurangnya pasokan oksigen ke berbagai organ tubuh akibat kurang menghirup oksigen. Kondisi ini dapat terjadi ketika seseorang berada di tempat yang udaranya tipis, seperti di dataran tinggi.

Hipoglikemia Hipoglikemia atau kadar gula darah di bawah normal dapat memicu keringat dingin. Keringat dingin muncul karena reaksi tubuh terhadap hipoglikemia sama seperti reaksi tubuh terhadap hipoksia.

Hipotensi Hipotensi adalah kondisi ketika tekanan darah berada di bawah batas normal. Kondisi ini lazim bila terjadi saat sedang tidur atau beraktivitas ringan. Tetapi hipotensi dapat berbahaya apabila sampai menyebabkan otak dan organ lain tidak mendapat cukup oksigen. Hipotensi juga dapat berkembang menjadi syok apabila tekanan darah turun cukup signifikan.

Hipertiroidisme Hipertiroidisme adalah kondisi kelenjar tiroid yang terlalu aktif dan memproduksi terlalu banyak hormon tiroksin. Meskipun bukan tergolong kondisi darurat, hipertiroidisme membutuhkan penanganan medis.

Infeksi Infeksi dapat terjadi ketika virus atau bakteri menyerang tubuh. Setiap infeksi yang dapat menyebabkan demam juga dapat menyebabkan keringat dingin. Infeksi parah atau sepsis dapat memicu syok, dan secara otomatis memunculkan keringat dingin.

Kanker Keringat dingin dapat terkait dengan kanker hati, limfoma, kanker tulang, dan leukemia (kanker darah). Pengobatan kanker juga dapat memicu keringat dingin.

Serangan jantung Keringat dingin dapat menjadi tanda serangan jantung. Segera cari pertolongan dokter, bila keringat dingin disertai sejumlah gejala berikut:

  • Sesak napas.
  • Nyeri dada yang terasa seperti tertekan.
  • Nyeri atau rasa tidak nyaman di leher, rahang, perut dan punggung.
  • Pusing dan merasa akan pingsan.

Vertigo Vertigo adalah pusing yang membuat penderitanya merasa dirinya atau sekelilingnya berputar. Hubungi dokter bila keringat dingin disertai vertigo dan gejala lain, seperti nistagmus, diplopia (penglihatan ganda), tinnitus (telinga berdenging), dan kesulitan dalam berbicara.

Migrain Migrain adalah jenis sakit kepala yang dapat menyebabkan nyeri parah dalam jangka panjang. Keringat dingin dapat muncul ketika migrain menyerang, sebagai respons tubuh dalam merasakan sakit.

Mual Mual adalah sensasi tidak nyaman yang terkadang membuat seseorang ingin muntah. Mual dapat disebabkan oleh makan yang terlalu banyak, atau efek samping obat.

Nyeri akibat cedera Nyeri akibat cedera, seperti patah tulang, amputasi, atau cedera kepala, dapat memicu keringat dingin.

Pingsan Pingsan atau sinkop, terjadi ketika otak tidak mendapat asupan oksigen yang cukup. Keringat dingin dapat terjadi beberapa saat sebelum atau setelah pingsan.

Menopause Menopause adalah kondisi ketika keseimbangan hormon estrogen dan progesteron berubah drastis, sehingga menyebabkan siklus menstruasi berakhir. Keringat dingin lazim muncul disertai hot flashes saat menopause dan perimenopause (periode setelah menstruasi mulai jarang hingga berhenti sama sekali dan masuk masa menopause).

Stres Stres dapat muncul akibat rasa cemas atau takut. Perasaan tersebut dapat memicu munculnya keringat dingin.

Obat-obatan Keringat dingin juga dapat disebabkan oleh penggunaan sejumlah obat, yaitu:

  • Antibiotik, misalnya ciprofloxacin.
  • Obat pereda nyeri, seperti oxycodone, naproxen, dan celecoxib.
  • Obat hormonal, seperti levothyroxine.
Pengobatan Keringat Dingin

Pengobatan keringat dingin tergantung kepada penyebab yang mendasarinya. Sebagai contoh, keringat dingin yang disebabkan oleh serangan jantung perlu dilakukan perawatan intensif di rumah sakit.

Untuk penyebab yang tidak dapat diatasi, misalnya menopause, dokter dapat meresepkan antiperspiran yang mengandung 10 sampai 15 persen alumunium klorida. Kandungan alumunium klorida akan bekerja menyumbat kelenjar keringat di kulit.

Metode selanjutnya untuk menangani keringat dingin adalah iontophoresis. Dalam prosedur ini, arus listrik rendah akan dihantarkan ke kulit pasien, guna menyumbat kelenjar keringat untuk sementara. Pada umumnya, prosedur ini dilakukan untuk mengurangi keringat di ketiak, telapak tangan, dan telapak kaki.

Pilihan lain untuk menangani keringat dingin adalah dengan penyuntikan botulinum toxin (botox). Botox bekerja dengan cara menghambat saraf yang memberi sinyal untuk menghasilkan keringat.

 

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2020 DOKTER.TIPS - All rights reserved.