Penyebab Rhinitis

February 2015 Comment 4K Report
dr. Marianti

Nyenhuis, S. Mathur, S K. (2013). Rhinitis in Older Adults. Current Allergy and Asthma Reports, 13(2), pp. 171-177.
Tran, et al. (2011). Management of Rhinitis: Allergic and Non-Allergic. AAIR, 3(3), pp.148-156.
MSD Manual (2018). Nasal Congestion and Rhinorrhea.
NHS (2016). Health A-Z. Allergic Rhinitis.
NHS (2016). Health A-Z. Non-Allergic Rhinitis.
Mayo Clinic (2018). Diseases and Conditions. Hay Fever.
Mayo Clinic (2018). Diseases and Conditions. Nonallergic Rhinitis.

Penyebab Rhinitis

Peradangan membran mukosa yang diakibatkan oleh bakteri, alergen, dan virus menyebabkan terjadinya rhinitis. Berikut ini adalah penjelasan tentang penyebab rhinitis alergi dan rhinitis nonalergi.

Penyebab Rhinitis Alergi

Ada beberapa hal yang bisa menyebabkan terjadinya rhinitis alergi, di antaranya adalah sistem kekebalan tubuh yang terlalu sensitif. Sistem kekebalan tubuh alami menganggap alergen berbahaya dan bereaksi dengan memproduksi antibodi untuk melawannya.

Ketika pertama kali terpapar unsur alergen, sistem kekebalan tubuh tidak langsung bereaksi dan menyebabkan gejala alergi. Sistem kekebalan tubuh menjalani proses yang disebut sensitisasi terlebih dahulu, yaitu proses untuk mengenali dan mengingat alergen. Namun pada paparan berikutnya, sistem kekebalan tubuh akan memproduksi antibodi dan menyebabkan reaksi alergi.

Antibodi akan menyebabkan produksi lendir berlebih dan pembengkakan lapisan dalam hidung. Itu sebabnya penderita rhinitis alergi biasanya akan mengalami gejala-gejala hidung berair atau tersumbat, serta bersin-bersin.

Berikut ini adalah beberapa alergen yang ada di udara yang bisa memicu terjadinya rhinitis:

  • Kelupasan kulit mati hewan. Banyak orang alergi terhadap hewan (misalnya anjing atau kucing) dan menganggap bahwa bulu hewan yang menyebabkan reaksi alergi. Namun penyebab yang sebenarnya adalah kotoran dan kelupasan kulit mati hewan tersebut.
  • Alergen di tempat kerja. Beberapa orang yang bekerja di lingkungan yang terdapat alergen seperti lateks, debu lantai, atau debu kayu bisa mengidap rhinitis akibat terpapar unsur-unsur tersebut di tempat kerja.
  • Tungau debu rumah. Rhinitis dapat dipicu oleh zat kimia yang terdapat pada kotoran tungau yang sering ditemukan di kasur dan bantal, karpet, dan matras.
  • Serbuk sari dan spora. Pepohonan dan rerumputan memproduksi partikel kecil serbuk sari yang bisa memicu rhinitis alergi. Selain itu, fungi dan kapang memproduksi spora yang bisa memicu rhinitis alergi juga.

Kebanyakan rhinitis alergi merupakan kondisi yang diturunkan oleh orang tua. Selain itu, anak yang bertumbuh dewasa dengan anggota keluarga yang merokok atau dengan binatang peliharaan juga lebih rentan mengalami rhinitis alergi.

Penyebab Rhinitis Non-alergi

Hampir sama seperti rhinitis alergi, gejalanya meliputi cairan yang berlebihan di hidung dan membengkaknya pembuluh darah di dalam rongga hidung. Namun penyebab rhinitis nonalergi berbeda dengan rhinitis alergi, berikut ini adalah beberapa penyebab utama rhinitis nonalergi.

  • Lingkungan. Faktor lingkungan dapat memicu terjadinya rhinitis pada sebagian orang, seperti perubahan cuaca, wangi parfum, asap rokok, dan uap cat. Rhinitis autonomic atau vasomotor adalah istilah medis yang digunakan untuk rhinitis yang dipicu oleh faktor lingkungan. Orang yang memiliki pembuluh darah rongga hidung yang sangat sensitif diyakini bisa terkena rhinitis tipe ini, namun penyebab pastinya tidak diketahui.
  • Kerusakan jaringan. Lapisan jaringan di dalam hidung yang disebut dengan turbinates sangat penting untuk menjaga kelembapan bagian dalam hidung dan menjaga tubuh dari infeksi bakteri. Jika turbinates rusak atau diangkat, rhinitis bisa terjadi, karena jaringan yang tersisa menjadi keras, mudah terinfeksi, dan meradang.
  • Penggunaan dekongestan rongga hidung berlebih. Lapisan hidung akan membengkak kembali dan keadaan akan makin parah jika penggunaan obat semprot dekongestan digunakan secara berlebihan atau lebih dari tujuh Istilah medis untuk masalah ini disebut rhinitis medikamentosa.
  • Infeksi. Terkadang infeksi fungi atau bakteri dapat menyebabkan terjadinya rhinitis, namun tidak sesering infeksi virus seperti pilek.
  • Ketidakseimbangan hormon. Hormon sangat berperan dalam pembesaran pembuluh darah rongga hidung dan dapat memicu rhinitis nonalergi. Perubahan hormon biasanya terjadi saat masa pubertas, hamil, atau sedang menjalani pengobatan hormon, seperti terapi pergantian hormon, dan pil kontrasepsi. Selain itu, kadang-kadang rhinitis juga dapat terjadi akibat hipotiroidisme atau kurang aktifnya kelenjar tiroid.
  • Obat-obatan. Terkadang obat-obatan tertentu dapat menyebabkan efek samping rhinitis, seperti obat pereda nyeri atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), obat gangguan jantung (beta-blocker), obat antihipertensi (penghambat ACE), serta penyalahgunaan kokain.
  • Stres. Beberapa orang mengalami rhinitis nonalergi yang dipicu oleh stres, baik secara emosional maupun fisik.
  • Makanan dan minuman. Makanan pedas dan minuman beralkohol bisa menyebabkan selaput di dalam hidung bengkak dan membuat hidung tersumbat.

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2022 DOKTER.TIPS - All rights reserved.