Penyebab dan Gejala Stroke pada Anak

August 2019 Comment 4K Report
dr. Kevin Adrian

Rajani, et al. (2018). Pediatric Stroke: Current Diagnostic and Management Challenges. Quantitative Imaging in Medicine and Surgery. 8(10), pp. 984–991.
Jeong, G., Lim, B.C., & Chae, J. (2015). Pediatric Stroke. Journal of Korean Neurosurgical Society. 57(6), pp. 396–400.
American Stroke Association (2019). Pediatric Stroke Causes.
American Stroke Association (2019). Pediatric Stroke and Recovery.
American Stroke Association (2017). Pediatric Stroke Infographic.
American Stroke Association (2017). Perinatal Stroke Infographic.
Kidshealth, Nemours (2018). For Parents. Strokes.
Johns Hopkins Medicine. Pediatric Stroke.
Seattle Children's Hospital. Stroke.
Stanford Children's Heatlh. Stroke in Children.
Elmer, J. Healthline (2019). Pediatric Stroke: What Parents of Children with This Condition Want You to Know.

Penyebab dan Gejala Stroke pada Anak

Bukan hanya pada orang dewasa, stroke juga bisa terjadi pada anak-anak dan bayi. Stroke pada anak adalah kondisi serius yang perlu segera mendapatkan pertolongan medis. Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui penyebabnya dan mengenali gejalanya.

Meski jarang terjadi, stroke ternyata merupakan salah satu dari 10 penyebab utama kematian pada anak. Jika tidak segera mendapat pertolongan, anak yang terkena stroke tak hanya berisiko tinggi meninggal, namun juga masalah kesehatan jangka panjang dan kecacatan.

Penyebab Stroke pada Anak

Stroke pada anak dapat dikategorikan menjadi dua jenis, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik terjadi ketika aliran darah di otak terhambat akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah otak anak. Sedangkan stroke hemoragik disebabkan oleh pendarahan atau pecahnya pembuluh darah otak.

Stroke iskemik pada anak bisa disebabkan oleh:

  • Kelainan jantung, seperti gangguan irama jantung (aritmia) dan penyakit jantung bawaan.
  • Kelainan genetik.
  • Infeksi berat, seperti meningitis dan sepsis.
  • Kelainan darah yang membuat darah mudah membeku.
  • Dehidrasi.
  • Kelainan asam basa darah, seperti asidosis dan alkalosis.

Selain itu, stroke pada anak juga lebih berisiko terjadi ada anak yang terlahir dari ibu yang memiliki masalah kesehatan saat hamil, seperti kekurangan oksigen selama persalinan, ketuban pecah dini, hingga preeklamsia dan diabetes gestasional.

Sedangkan stroke hemogarik pada anak dapat diakibatkan oleh:

  • Cedera kepala berat yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah otak.
  • Kelainan pada pembuluh darah otak, seperti malformasi arteri vena.
  • Menderita kelainan pembekuan darah, misalnya hemofilia.
  • Kelainan darah, seperti penyakit sel sabit.
Gejala Stroke pada Anak

Gejala stroke pada anak dapat dibedakan berdasarkan usia anak, yaitu:

Stroke perinatal

Kondisi ini merupakan stroke yang terjadi dalam rentang usia selama anak masih berada di dalam kandungan ibunya hingga ketika anak berusia satu bulan. Ini merupakan jenis stroke pada anak yang paling umum terjadi. Tanda gejalanya meliputi:

  • Kejang yang berulang.
  • Sesak napas.
  • Tidak mau menyusu.
  • Jarang bergerak atau hanya salah satu bagian tubuh yang bergerak.
Stroke anak

Disebut stroke anak jika stroke terjadi pada anak usia satu bulan hingga 18 tahun. Stroke pada anak usia ini dapat menunjukkan beberapa tanda dan gejala berikut ini:

  • Wajah tampak tidak simetris atau sulit digerakkan.
  • Tungkai dan lengan lunglai.
  • Susah berbicara atau cadel.
  • Susah memahami ucapan orang lain.
  • Sakit kepala berat yang muncul tiba-tiba dan diikuti muntah dan mengantuk.
  • Salah satu sisi tubuh lemah atau lumpuh.
  • Salah satu atau kedua mata tidak bisa melihat atau mengalami masalah penglihatan, seperti pandangan kabur dan pandangan ganda.
  • Tiba-tiba susah berjalan atau kehilangan keseimbangan tubuh.
  • Kejang.
  • Kesulitan menelan.
  • Hilang ingatan.
  • Suasana hati atau perilaku berubah tiba-tiba.
  • Hambatan tumbuh kembang.

Jika Si Kecil mengalami berbagai gejala stroke pada anak di atas, segera bawa ke unit gawat darurat terdekat untuk mendapatkan pertolongan sesegera mungkin. Setelah berada di rumah sakit, anak yang mengalami stroke mungkin akan membutuhkan perawatan intensif di ruang PICU atau ICU khusus anak. Semakin cepat stroke pada anak ditangani, maka risiko perburukan kondisi dan komplikasi fatal dapat dikurangi.

Sebaliknya jika kondisi ini tidak segera mendapatkan penanganan dari dokter, maka risiko anak mengalami cacat, seperti kelumpuhan atau kelemahan anggota gerak tubuh, kesulitan berbicara, kebutaan, gangguan pendengaran, dan gangguan belajar, akan semakin tinggi.

Setelah mendapatkan perawatan dan pengobatan di rumah sakit, anak juga perlu menjalani perawatan lanjutan, seperti fisioterapi dan terapi wicara, jika fungsi bicaranya terganggu atau ada bagian tubuh tertentu yang sulit digerakkan. Anak yang mengalami stroke juga membutuhkan evaluasi tumbuh kembang untuk melihat apakah terdapat masalah pada proses tumbuh dan kembangnya.

Karena dapat menimbulkan dampak yang berbahaya bagi kesehatan dan perkembangan anak ke depannya, maka stroke pada anak perlu segera ditangani oleh dokter anak dan dokter saraf.

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2019 DOKTER.TIPS - All rights reserved.