Sekilas tentang Operasi Cabut Kuku dan Perawatannya

August 2019 Comment 2K Report
dr. Tjin Willy

Camurcu, et al. (2018). Operative Treatment of the Ingrown Toenail With a Less-Invasive Technique: Flashback to the Original Winograd Technique. Foot Ankle Spec., 11(2), pp.138-141.
Haneke, E. (2013). Nail Surgery. Clin Dermatol., 31(5):516-25.
American College of Surgeons. Laserations and Abrasions.
Mayo Clinic (2018). Diseases and Conditions. Ingrown Toenails.
Drugs (2019). Toenail/Fingernail Removal
Muise, J. Everyday Health (2019). Prevention and Treatment of Toenail Fungus.
Adcox, M. Healthline (2018). How Fast Do Nails Grow? Contributing Factors and Tips for Growth.
Hersh, E. Healthline (2018). Does Ingrown Toenail Surgery Hurt? Everything You Need to Know.
Jewell, T. Healthline (2018). What are the Medical and Health Uses for Phenol?
Yallapragada, R.K. Medscape (2017). Nail Removal.
Knott L. Patient (2018). Ingrown Toenails.
Harding, M. Patient (2017). Paronychia.

Sekilas tentang Operasi Cabut Kuku dan Perawatannya

Kuku yang abnormal dapat menyebabkan masalah. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah melalui operasi cabut kuku. Jenis operasi cabut kuku yang dilakukan berbeda-beda, tergantung kondisi kuku.

Kuku jari berfungsi untuk melindungi ujung jari, membantu jari merasakan sesuatu, serta berperan penting dalam pengaturan sirkulasi darah di ujung jari. Namun jika bermasalah, kuku jari perlu dicabut melalui prosedur operasi.

Sebelum operasi dilakukan, jari pasien akan dibius terlebih dahulu, kemudian kuku yang hendak dicabut akan dipotong sampai ke dasarnya. Operasi dapat dilakukan dengan mencabut seluruh kuku, mencabut sebagian kuku, atau mengangkat sebagian jaringan di sekitar kuku.

Kapan Cabut Kuku Perlu Dilakukan?

Operasi cabut kuku jari merupakan salah satu tindakan pembedahan yang sering dilakukan. Tindakan ini biasanya dilakukan saat kuku mengalami:

  • Cantengan.
  • Infeksi jamur kuku.
  • Perdarahan di bawah kuku akibat cedera pada jari.
Apakah Kuku Dapat Tumbuh Kembali Setelah Operasi Cabut Kuku?

Setelah operasi dilakukan, kuku akan tumbuh kembali meski ukurannya lebih kecil dari sebelumnya. Waktu pertumbuhan kuku jari tangan adalah sekitar setengah tahun, sedangkan kuku jari kaki sekitar satu setengah tahun.

Bila dokter merasa perlu untuk mencegah kuku tumbuh kembali, misalnya pada cantengan yang parah dan berulang, maka dokter akan membuang jaringan pertumbuhan kuku. Pembuangan jaringan pertumbuhan kuku ini dapat dilakukan dengan memberikan obat asam fenol.

Bagaimana Perawatan di Rumah Setelah Operasi Cabut Kuku?

Setelah kuku dicabut dan efek obat bius hilang, jari akan terasa sakit sehingga diperlukan obat penghilang rasa sakit, seperti paracetamol. Obat ini dapat dikonsumsi selama satu hari atau lebih.

Jari juga perlu dipasang perban selama sekitar dua minggu. Selama menggunakan perban, jari tidak boleh terkena air. Hindari juga olahraga berat yang melibatkan area kuku yang dicabut, misalnya tidak melakukan olahraga lari bila kuku yang dicabut adalah kuku kaki.

Untuk perawatan pasca operasi cabut kuku, perban perlu diganti secara berkala sesuai instruksi dokter. Perban juga perlu diganti bila sudah terlihat kotor atau basah. Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan saat mengganti perban:

  • Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, lalu keringkan.
  • Guyur perban lama dengan cairan infus steril (normal salin), lalu lepaskan perban secara perlahan.
  • Kenakan sarung tangan sekali pakai.
  • Cek warna dan bau dari luka
  • Gunakan kasa steril untuk membersihkan luka.
  • Tutup dengan perban sekali pakai.

Bila Anda mendapati adanya bau tidak sedap pada luka, keluar nanah pada luka, tepi luka berwarna kemerahan dan bengkak, Anda perlu berkonsultasi kembali dengan dokter atau dokter bedah yang melakukan operasi.

Operasi cabut kuku merupakan operasi yang cukup sering dilakukan sebagai bentuk pengobatan terhadap beberapa masalah kuku. Setelah operasi dilakukan, pastikan Anda berdiskusi dengan dokter mengenai perawatan di rumah setelah operasi cabut kuku, untuk mencegah infeksi.

Ditulis oleh:

dr. Sonny Seputra, M.Ked.Klin, Sp.B, FINACS (Dokter Spesialis Bedah)

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2019 DOKTER.TIPS - All rights reserved.