Teh Hijau vs Teh Oolong, Mana yang Lebih Sehat?

August 2019 Comment 4K Report
dr. Kevin Adrian

Li, et al. (2019). Green Tea Catechins Alleviate Autoimmune Symptoms and Visual Impairment in a Murine Model for Human Chronic Intraocular Inflammation by Inhibiting Th17-associated Pro-inflammatory Gene Expression. Scientific Reports. 9: 2301.
Pervin, et al (2018). Beneficial Effects of Green Tea Catechins on Neurodegenerative Diseases. Molucules. 23(6), pp. 1297.
Rothenberg, D.O., Zhou, C., Zhang, L. (2018). A Review on the Weight-Loss Effects of Oxidized Tea Polyphenols. Molecules. 23(5), pp. 1176.
Yu, et al. (2017). The Effectiveness of Green Tea or Green Tea Extract on Insulin Resistance and Glycemic Control in Type 2 Diabetes Mellitus: A Meta-Analysis. Diabetes & Metabolism Journal. 41(4), pp. 251–262.
Wu, D. (2016). Green Tea EGCG, T-cell Function, and T-cell-Mediated Autoimmune Encephalomyelitis. Journal of Investigative Medicine. 64(8), pp. 1213-1219.
Hartley, et al. Cochrane (2013). Green and Black Tea to Prevent Cardiovascular Disease.
National Institutes of Health (2016). National Center for Complementary and Integrative Health. Green Tea.
Arthritis Foundation. 12 Best Foods for Arthritis.
Mayo Clinic (2017). Caffeine Content for Coffee, Tea, Soda and More.
Gunnars, K. Healthline (2018). 10 Proven Benefits of Green Tea.
McDonell, K. Healthline (2017). How Much Green Tea Should You Drink Per Day?
Petre, A. Healthline (2016). What is Oolong Tea and What Benefits Does It Have?
Wong, C. Verywell Fit (2019). The Benefits of Oolong Tea.
Lehman, S. Verywell Fit (2019). Green Tea Benefits and Side Effects.
Frey, M. Verywell Fit (2019). Health Benefits of Different Types of Tea.
WebMD. Vitamins & Supplements. Green Tea.
WebMD. Vitamins & Supplements. Oolong Tea.

Teh Hijau vs Teh Oolong, Mana yang Lebih Sehat?

Ada banyak jenis teh yang beredar di pasaran termasuk teh hijau dan teh oolong. Antara teh hijau vs teh oolong, manakah yang lebih menyehatkan? Yuk, kita telusuri jawabannya di artikel berikut ini.

Teh hijau dan teh oolong berasal dari tanaman yang sama, yaitu Camellia sinensis. Perbedaan antara keduanya terletak pada seberapa lama daun teh diproses. Jika sebentar, maka akan menghasilkan teh hijau. Jika diproses lebih lama, teh akan berwarna lebih gelap atau merah, sehingga menghasilkan teh oolong.

Meski berbeda warna dan aromanya, teh hijau dan teh oolong sama-sama memiliki banyak manfaat bagi tubuh.

Manfaat Teh Hijau untuk Kesehatan

Teh hijau kaya akan antioksidan polifenol dan EGCG (epigallocatechin gallate). Dua zat ini diduga mampu melindungi sel tubuh dari kerusakan serta mengurangi pembentukan radikal bebas di dalam tubuh.

Meski masih membutuhkan studi lebih lanjut, ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa teh hijau dapat memberikan manfaat bagi kesehatan, di antaranya:

  • Memperlambat kerusakan tulang dan menjaga kekuatan dan kesehatan tulang.
  • Mengurangi risiko penyakit kanker, seperti kanker payudara, kanker prostat, kanker kolorektal, kanker ovarium, dan kanker rahim.
  • Melindungi kesehatan otak, serta mengurangi risiko terserang penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.
  • Mempertahankan daya ingat dan konsentrasi.
  • Memperkuat daya tahan tubuh dan baik untuk mengurangi peradangan pada penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis.
  • Menurunkan kadar gula darah dalam darah, memperbaiki kinerja insulin, dan mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.
  • Menurunkan kadar kolesterol jahat LDL.
  • Mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular, seperti stroke, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung.

Untuk mendapatkan berbagai manfaat di atas secara maksimal, Anda dianjurkan untuk minum teh hijau sebanyak 3-5 cangkir per hari. Jika diminum berlebihan, teh hijau dapat mengurangi kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan.

Manfaat Teh Oolong untuk Kesehatan

Sama seperti teh hijau, teh oolong juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Itulah sebabnya, teh oolong mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan tubuh, di antaranya:

  • Membantu meningkatkan dan memelihara daya konsentrasi. Ini berkat kandungan kafein dalam teh oolong.
  • Memberi efek relaksasi. Ini berkat kandungan theanine pada teh oolong.
  • Mengurangi risiko penyakit kanker.
  • Mengurangi dan menjaga berat badan, sehingga baik untuk orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas.
  • Mengurangi kadar kolesterol dan trigliserida.
  • Menjaga kadar gula darah dan mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.
  • Menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
  • Membantu meningkatkan kepadatan mineral tulang, memperkuat gigi, dan mengurangi pembentukan plak gigi.
  • Diduga dapat meringankan gejala eksim.

Anda dapat mengonsumsi teh oolong sekitar 2-3 cangkir per hari untuk mendapatkan beberapa khasiat teh oolong tersebut.

Pilih Teh Hijau atau Teh Oolong?

Apa pun pilihan Anda dalam duel teh hijau vs teh oolong, kedua jenis teh tersebut sama-sama menyehatkan tubuh. Akan tetapi, beberapa manfaat yang telah disebutkan di atas masih membutuhkan penelitian lebih dalam untuk memastikan seberapa efektif khasiat teh hijau dan teh oolong bagi kesehatan.

Selain itu, perbedaan teh hijau dan teh oolong terdapat pada rasa dan aromanya. Jika Anda lebih suka teh dengan aroma dan rasa yang ringan, teh hijau bisa menjadi pilihan. Jika menyukai teh yang beraroma dan rasa yang sedikit lebih kuat atau pahit, maka teh oolong boleh dicoba.

Perbedaan lain juga terdapat pada kandungan kafeinnya. Teh hijau memiliki kandungan kafein yang lebih rendah, sedangkan teh oolong memiliki kandungan kafein yang lebih tinggi. Efek ini dapat membuat Anda menjadi susah tidur setelah minum teh oolong.

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2019 DOKTER.TIPS - All rights reserved.