Tips Puasa bagi Penderita Sakit Maag agar Tetap Nyaman

August 2019 Comment 6K Report
dr. Merry Dame Cristy Pane

Rahimi, et al. (2017). Effects of Ramadan Fasting on Dyspepsia Symptoms. Govaresh Journal of Iranian Association of Gastroenterology and Hepatology, 22(4), pp.188-194.
Akhondi-Meybodi, M., Aghaei, M.A., and Hashemian, Z. (2015). The Role of Diet in the Management of Non-Ulcer Dyspepsia. Middle East Journal of Digestive Diseases, 7(1), pp.19-24.
Cleveland Clinic (2016). Upset Stomach (Indigestion): Possible Causes, Care, and Treatment.
Madell, R. and Higuera, V. Healthline (2019). 7 Foods to Help Your Acid Reflux.
Silver, N. Healthline (2018). Functional Dyspepsia Causes and Treatment.
Rice, S.C. and Higuera, V. Healthline (2017). What Causes Indigestion?
WebMD (2018). Indigestion.

Tips Puasa bagi Penderita Sakit Maag agar Tetap Nyaman

Apakah sakit maag sering mengganggu puasa Anda? Jangan khawatir! Lakukan tips puasa bagi penderita sakit maag berikut, agar Anda bisa berpuasa dengan nyaman.

Sakit maag atau dispepsia adalah istilah untuk sejumlah gejala tidak nyaman pada perut bagian atas, seperti lambung perih, perut begah, kembung, dan sensasi terbakar di ulu hati. Beragam faktor bisa memicu kambuhnya sakit maag, termasuk pola makan yang tidak teratur, mengonsumsi makanan yang mengandung gas, stres, dan emosi.

Lakukan Tips Puasa bagi Penderita Sakit Maag Ini

Berpuasa selama bulan Ramadan memang bisa terasa berat bagi penderita sakit maag yang kerap dianjurkan untuk tidak melewatkan waktu makan. Tapi, bukan berarti penderita sakit maag tidak boleh berpuasa.

Bila Anda memiliki sakit maag, lakukanlah beberapa tips berikut ini saat berpuasa, agar ibadah puasa Anda lancar:

1. Makan secukupnya saat sahur dan berbuka

Makan terlalu banyak dalam satu waktu dapat membuat lambung bekerja lebih keras. Hal ini dapat memicu munculnya keluhan berupa perut begah dan terasa penuh. Maka dari itu, saat sahur dan berbuka, makanlah dengan perlahan dan dalam jumlah secukupnya. Hindari makan dalam jumlah yang banyak dalam satu waktu.

Saat berbuka, awali dengan mengonsumsi makanan yang ringan dulu, kemudian baru melanjutkan dengan makan besar. Jika Anda masih lapar setelah berbuka, misalnya setelah salat tarawih, cukup konsumsi camilan ringan yang sehat, seperti pisang, granola, atau biskuit.

2. Jangan makan terburu-buru

Selama menjalani ibadah puasa, kadang mungkin Anda terlambat bangun saat sahur. Namun ingat, jangan terburu-buru menghabiskan makanan. Selain itu, hindari makan sembari mengobrol.

Kebiasaan makan terlalu cepat, apalagi sambil mengobrol, bisa membuat banyak udara masuk ke saluran cerna dan memicu sakit maag. Maka dari itu, usahakan untuk  bangun lebih pagi, agar bisa bersantap sahur dengan tenang dan perlahan.

3. Hindari makanan pemicu sakit maag

Sebisa mungkin hindari mengonsumsi makanan yang berpotensi memicu sakit maag, baik saat sahur maupun berbuka. Contohnya adalah makanan yang terlalu berlemak, makanan siap saji, seperti sosis dan pizza, acar, dan makanan yang terlalu asam.

Demikian juga dengan minuman, pilihlah minuman yang tidak mengandung kafein dan soda, untuk menghindari munculnya keluhan sakit maag.

4. Pilih menu makan yang tepat

Saat berbuka dan sahur, pilihlah sajian yang cocok dikonsumsi penderita sakit maag, seperti nasi dan oatmeal. Jenis karbohidrat yang terkandung dalam makanan ini dapat mengurangi risiko munculnya keluhan maag, karena dapat menyerap asam lambung berlebih.

Konsumsilah buah yang tidak asam, seperti apel, pisang, dan pir; serta daging rendah lemak, seperti dada ayam dan ikan. Selain itu, disarankan untuk memasak makanan dengan cara dipanggang, dikukus, atau direbus. Sebaiknya jangan mengolah makanan dengan cara menggoreng, agar kadar minyak dalam makanan tidak tinggi.

5. Hindari tidur setelah makan

Setelah sahur, Anda mungkin masih mengantuk dan ingin kembali tidur. Namun, sebaiknya jangan langsung tidur setelah makan. Hal ini karena langsung tidur setelah makan juga bisa memicu sakit maag.

Namun bila rasa kantuk tidak tertahankan, Anda bisa tidur dengan posisi setengah duduk. Jadi, posisi kepala dan bahu tetap lebih tinggi daripada perut. Caranya adalah dengan menyangga kepala dan bahu dengan tumpukan bantal. Posisi ini dapat mencegah makanan kembali ke kerongkongan.

6. Kendalikan emosi

Saat berpuasa, sebisa mungkin kendalikanlah emosi dan kelola stres yang Anda alami dengan cara yang positif. Hal ini karena tujuan berpuasa bukan hanya untuk menahan rasa lapar, namun juga hawa nafsu, seperti emosi marah dan sedih. Selain berpahala, hal ini dapat menurunkan risiko munculnya keluhan sakit maag.

Caranya, beristirahatlah sejenak jika Anda lelah, dan lakukan sejumlah teknik relaksasi, latihan pernapasan, atau yoga ketika Anda merasa stres.

Bila keluhan masih juga muncul meski Anda telah menerapkan tips puasa bagi penderita sakit maag seperti yang telah dijelaskan di atas, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Artikel Terkait

Disclaimer

Semua data yang ada pada website ini bertujuan untuk informasi belaka. Selalu konsultasikan penyakit anda ke dokter terdekat untuk kepastian kondisi anda.

Get in touch

© Copyright 2019 DOKTER.TIPS - All rights reserved.